Laporan Dewan Komisaris

Yth, Para pemegang saham dan pemangku kepentingan,

Dewan Komisaris menyampaikan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan Perseroan melewati perjalanan usaha dengan baik di tengah kondisi pandemi Covid-19 tahun 2021.

Pelaksanaan tugas Dewan Komisaris sebagai Pengawas, dilaksanakan melalui rapat Dewan Komisaris dengan Direksi, serta pelaksanaan tugas dari Komite Audit, serta pengamatan langsung terhadap operasional perseroan, kami menilai bahwa Direksi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mengelola perseroan dengan profesional selama tahun 2021.

Strategi Bisnis Selama Tahun 2021

Dewan Komisaris menilai bahwa strategi yang dilaksanakan oleh Direksi sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh perseroan. Tantangan yang dihadapi perseroan adalah: pertama, belum beroperasinya proyek-proyek pembangkit listrik tenaga air yang merupakan basis bisnis perseroan. Tantangan kedua, panjangnya durasi pelaksanaan uji-tuntas oleh strategic partner perseroan terhadap proyek-proyek pembangkit yang dimiliki perseroan, dimana pelaksanaan uji-tuntas berlangsung sejak April 2021 sampai dengan Januari 2022.

Strategi yang dilakukan Direksi yaitu, tetap melaksanakan jasa pemeliharaan pembangkit listrik melalui Kerjasama Operasi (KSO) dan Non KSO dengan mitra usaha perseroan yang telah memiliki sejarah kerjasama jangka panjang dengan para pendiri perseroan, sambil secara cermat mengakomodir pelaksanaan uji-tuntas yang dilaksanakan oleh strategic partner perseroan. KSO dan Non KSO berhasil menciptakan penjualan jasa sebesar Rp38 Miliar selama tahun 2021 dan memberikan kontribusi terhadap neti income perseroan selama periode 2021 sebesar Rp7,9 Miliar, meningkat dari Rp4,7Miliar pada periode yang sama di tahun 2020.

Hasil dari uji-tuntas yang dilakukan strategic partner, berhasil menetapkan kepastian pembiayaan terhadap 3 (tiga) proyek PLTM, yaitu PLTM Sisira kapasitas 2x4,9 MW; PLTM Batang Toru-3 dengan kapasitas 2x5 MW dan PLTM Batang Toru-4 dengan kapasitas 2x5 MW. Realisasi dari kesepakatan ini tertuang dalam Share Subscription Agreement (SSA) yang ditandatangani pada tanggal 27 Agustus 2021 dan Development Loan Agreement (DLA) yang ditandatangani pada tanggal 21 Januari 2022.

Peluang Perseroan Berkontribusi Pada Industri Energi Baru Terbarukan di Indonesia

Dalam kurun lima tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 1.730 MW dengan kenaikan rata-rata sebesar 4,3% per tahunnya. Kapasitas terpasang PLT EBT tahun 2021 mencapai 654,76 MW dari target 854,78 MW. Tambahan kapasitas pembangkit listrik EBT tahun 2021 sebesar 654,76 MW, diantaranya dari PLTA Poso Peaker Expansion #1-4, PLTA Malea, 3 unit PLTP, PLT Bioenergi, 18 unit PLTM, dan 7 unit PLTS dan PLTS Atap.

Perseroan memiliki proyek pembangkit tenaga air dengan total kapasitas 510,8 MW atau 30% dari jumlah penambahan kapasitas pembangkit EBT selama 5 tahun terakhir, dengan demikian peluang kontribusi perseroan dalam industri pembangkit listrik EBT di tanah air sangat besar.

Berdasarkan data Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, hingga akhir tahun 2021, bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 11,5% atau setara dengan 168,7 juta barel setara minyak (MBOE). Angka bauran ini sedikit mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan posisi bauran EBT per-akhir 2020 lalu yang sebesar 11,2% atau setara 163,2 MBOE.

Kenaikan bauran EBT per-akhir tahun 2021 didorong oleh sejumlah hal, diantaranya : kenaikan pemanfaatan biofuel dan kenaikan kapasitas pembangkit listrik EBT yang sudah on grid dengan sistem PLN. Capaian bauran EBT per-akhir 2021, meski mengalami kenaikan dibanding posisi akhir 2020, sejatinya masih berada di bawah target.

Sedianya, bauran EBT ditargetkan mencapai 14,5% atau setara 319,3 MBOE di akhir tahun 2021 menurut Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Realisasi bauran yang masih di bawah target disebabkan sejumlah faktor, di antaranya : Penundaan operasi komersial atau Commercial Operation Date (COD) beberapa proyek pembangkit listrik EBT akibat kondisi pandemi Covid-19 di tahun 2021.

Pada skenario Business As Usual yang dirancang BPPT, diperkirakan selama tahun 2018-2050, total kebutuhan energi final meningkat rata-rata sebesar 3,9% per tahun. Sebagai penggerak ekonomi, kebutuhan energi di sektor industri diperkirakan terus meningkat dan mendominasi total kebutuhan energi final pada tahun 2050. Hal tersebut ditambah dengan kebutuhan listrik untuk memenuhi operasional industri. Dengan informasi ini, maka kekuatiran bahwa permintaan energi listrik di Indonesia sudah jenuh sehingga proyek pembangkit yang dimiliki perseroan out-put-nya tidak bisa diterima oleh pembeli (PLN) adalah terbantahkan dengan informasi tersebut.

Prospek perseroan di tahun 2022 masih memerlukan upaya ekstra sebagaimana pada tahun 2021, mengingat masa pembangunan proyek-proyek hydro power plant membutuhkan waktu pembangunan yang cukup Panjang yaitu 18-24 bulan untuk PLTM dan 30-36 bulan untuk PLTA. Sehingga Direksi harus mampu meyakinkan strategic partner agar pelaksanaan konstruksi dari proyek-proyek yang telah melalui uji-tuntas harus dapat dibangun pada tahun 2022 ini.

Diperlukan perencanaan yang terperinci dan organisasi proyek yang terorganisir dengan baik, serta komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, khususnya dengan PLN sebagai pembeli, strategic partner sebagai investor, EPC Kontraktor dan pihak-pihak terkait lainnya; sehingga pelaksanaan pembangunan 3 (tiga) proyek PLTM yang pertama ini dapat berjalan sesuai rencana.

Penutup

Akhir kata, Dewan Komisaris memberi apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Direksi atas dedikasinya sehingga Perseroan berhasil melalui tahun 2021 yang penuh tantangan.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh jajaran pimpinan dan karyawan yang telah bekerja keras secara bersama-sama memajukan perusahaan. Kepada Manajemen PT PLN Wilayah Propinsi Sumatera Utara dan Manajemen PT PLN Wilayah Daerah Istimewa Nanggroh Aceh Darussalam, kepada Manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Global Hidro Energi Indonesia, dan para mitra bisnis lainnya, kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan sehingga perseroan berhasil mencatat kinerja yang baik.

Dewan Komisaris juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemegang Saham, Regulator serta seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan. Semoga kerjasama yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

 

Jakarta, 25 Juni 2022

Ngurah Adnyana
Komisaris Utama